Strategi Mutu Pemasaran

Mutu adalah tugas semua orang, seperti halnya juga pemasaran adalah tugas semua orang pada devisi pemasaran. Mutu seluruh ciri serta sifat barang/ jasa yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan maupun tersirat. Adapun mutu total adalah kunci penciptaan nilai dan kepuasan pelanggan    

Strategi untuk mencapai mutu pemasaran total tergantung pada direktur Total Quality Marketing (mutu pemasaran total), dengan memerlukan pemahaman-pemahaman sebagai berikut :

1.      Mutu harus disadari pelanggan

2.      Mutu harus selalu ditampilkan dalam setia kegiatan perusahaan barang/ jasa

3.      mutu memerlukan komitmen karyawan

4.      Mutu memerlukan mitra yang bermutu (penyalur)

5.      Peningkatan mutu sering memerlukan lompatan jauh ke depan

6.      Mutu tidak perlu lebih mahal

Formulasi strategi

Kebanyakan instansi/ perusahaan (unit bisnis) memiliki bauran sasaran ternasuk laba, pertumbuhan penjualan, peningkatan pangsa pasar, pembatasan risiko, inovasi, dan reputasi.  Tujuannya untuk menunjukkan apa yang ingin dicapai unit bisnis, sedang strateginya menunjukkkan bagaimana cara mencapainya.     

Unit bisnis harus berusaha dapat menata sasarannya secara hirarkis dari yang paling penting sampai yang kurang penting, dengan misi memberikan pelayanan baik bagi pelanggan. Dasar pemikiran strategis menurut Porter dalam (1999) bahwa dasar pemikiran strategis dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

1.      Keunggulan biaya keseluruhan, yaitu manajer berusaha menekan biaya produksi dan distribusi serendah mungkin sehingga harganya lebih rendah dari pada pesaingnya.

2.      Pembedaan (Deferensiasi), yaitu manajer berusaha mencapai kinerja yang terbaik sesuai dengan keinginan pelanggan. Pembedaan terbaik dapat berupa dalam pelayanan, mutu, gaya, teknologi, dan lain-lain.

3.      Fokus, yaitu manajer barang/ jasa memfokuskan pd salah satu segmen pasar yang sempit dan tidak mengejar pasar umum. Contoh : 1) membuat kursus pelatihan tenis pada golongan eksekutif (direktur, rektor, dekan, bupati, dll), 2) Pusat latihan pernafasan bagi orang tua lanjut usia (pengobatan alternatif).

Pemasaran pada pendidikan olahraga, kepelatihan olahraga, sekolah olahraga, klinik kebugaran, dan klub-klub olahraga berbeda dengan pemasaran barang (raket, bola, sepatu dan lain-lain). Supaya pemasaran dapat memenuhi target market management, maka  manajer perlu memperhatikan alat pemasaran yaitu bauran pemasaran jasa yang meliputi :

1) produk jasa,

2) harga,

3) tempat pemasaran,

4) promosi

5) dukungan fasilitas,

6) proses, dan

7)  partisipasi pelanggan/ member atau anak didik.

Dalam pemasaran jasa olahraga terdapat persaingan diantara perkumpulan/ klub-klub olahraga, oleh karena itu manajer perlu memperhatikan kualitas jasa yang dihasilkan. Untuk mengukur kualitas jasa perlu memperhatikan :

1) alat/ fasilitas yang dimiliki,

2) kemudahan mengkonsumsi,

3) keajegan dalam pelayanan,

4) tanggap terhadap keluhan dari   pelanggan/ member atau anak didik, dan

5) memberi jaminan keamanan dan keselamatan.

Kualitas jasa yang baik adalah dapat memenuhi harapan pelanggan/ member atau anak didik dibandingkan dengan kenyataan yang diperoleh. Semakin kecil gap antara harapan yang diinginkan dengan kenyatan yang diperoleh dari pelanggan/ member atau anak didik, maka terjadilah kepuasan konsumen.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s